Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, Kabupaten Sintang masih menghadapi persoalan serius terkait banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di berbagai kecamatan. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang pada Selasa, 4 November 2025.
“data terbaru menunjukkan bahwa kebutuhan peningkatan kualitas rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih sangat besar dan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah” terang Bupati Sintang
“kondisi tersebut bukan hanya persoalan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek kesejahteraan masyarakat. Banyak warga, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil, belum mampu memperbaiki kondisi rumah mereka karena keterbatasan ekonomi. Tantangan kita cukup besar. Masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ini menjadi fokus kami, karena rumah yang layak sangat penting bagi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup warga,” ujar Bupati Sintang.
Bupati Sintang juga memaparkan strategi Pemkab Sintang untuk menangani masalah RTLH yakni Optimalisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang mana Pemkab Sintang akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar kuota BSPS untuk Sintang dapat ditingkatkan setiap tahun. Melalui program ini, masyarakat menerima bantuan bahan bangunan yang dikelola secara swadaya.
“kita juga melakukan pemetaan dan Validasi Data RTLH Lebih Akurat. Pemerintah desa dan kelurahan diminta melakukan pendataan ulang agar bantuan tepat sasaran dan prioritas penanganan lebih jelas. Kita juga berkolaborasi dengan Pihak Ketiga, misalnya Pemkab Sintang akan mendorong kerja sama dengan perusahaan melalui skema CSR, organisasi sosial, lembaga keagamaan, dan komunitas filantropi untuk turut membantu perbaikan rumah warga miskin” tambah Bupati Sintang.
“mendorong Partisipasi Gotong Royong Masyarakat. Kami menekankan pentingnya kultur gotong royong dalam membantu warga yang rumahnya membutuhkan perbaikan, terutama di desa-desa yang memiliki solidaritas tinggi” tambah Bupati Sintang
“alokasi Anggaran Bertahap dari APBD. Meski fiskal daerah terbatas, kita berkomitmen memastikan ada porsi anggaran khusus untuk penanganan RTLH setiap tahun secara bertahap. saya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar penanganan RTLH berjalan lebih cepat dan tepat sasaran” terang Bupati Sintang
“Ini pekerjaan besar yang tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Butuh kolaborasi, komitmen, dan kepedulian semua pihak agar masyarakat kita bisa tinggal di rumah yang lebih layak,” tegas Bupati Sintang
“dengan strategi tersebut, pemerintah Kabupaten Sintang menargetkan jumlah RTLH dapat berkurang signifikan dalam beberapa tahun ke depan” tutup Bupati Sintang



