Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menerima audiensi dari Nikodimus, Ketua Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Kabupaten Sintang. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati pada Rabu, 12 November 2025 dan membahas persiapan pelaksanaan Muscab ISKA yang direncanakan digelar dalam waktu dekat.
Dalam audiensi tersebut, Nikodimus menyampaikan laporan terkait pembentukan panitia, rancangan agenda Muscab, serta harapan ISKA untuk memperkuat peran sarjana Katolik dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menjelaskan bahwa Muscab tidak hanya bertujuan memilih kepengurusan baru, tetapi juga menyusun program strategis organisasi sesuai kebutuhan zaman dan tantangan daerah.
“Kami berharap Muscab ISKA nanti dapat menjadi momentum konsolidasi intelektual Katolik di Sintang agar semakin berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan dialog sosial,” ujar Nikodimus saat bertemu Bupati.
Bupati Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik rencana pelaksanaan Muscab tersebut dan mengapresiasi kontribusi ISKA dalam mendukung pembangunan melalui pendekatan intelektual, sosial, dan kemasyarakatan. Menurutnya, ISKA memiliki potensi besar menjadi wadah kolaborasi lintas profesi yang dapat mendorong inovasi dan pemikiran kritis bagi kemajuan Kabupaten Sintang.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada ISKA yang terus berkomitmen berkontribusi bagi daerah. Sarjana memiliki peran penting sebagai motor penggerak literasi, pembangunan karakter, dan pemikiran strategis. Pemerintah daerah siap bersinergi dan mendukung kegiatan Muscab maupun program ISKA ke depan,” kata Bupati.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif. Selain membahas teknis pelaksanaan Muscab, audiensi juga menyinggung peluang kolaborasi ISKA dalam berbagai isu pembangunan, seperti penguatan pendidikan, pemberdayaan pemuda, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
Audiensi ditutup dengan foto bersama serta penyampaian harapan agar Muscab ISKA Kabupaten Sintang dapat berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi lebih maju serta berdampak bagi masyarakat.



