Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Albina Sriparsa, mendorong para pelajar di Kabupaten Sintang untuk membiasakan pola konsumsi pangan berimbang sejak dini. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi pangan sehat yang digelar bersama sekolah-sekolah menengah di wilayah Sintang sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesadaran gizi di kalangan generasi muda. Hal tersebut disampaikan Albina saat ditemui pada Jumat, 7 November 2025
Dalam kesempatan tersebut, Lbina menegaskan bahwa pola makan yang seimbang bukan hanya soal pemilihan jenis makanan, tetapi juga mencakup kecukupan gizi, variasi bahan pangan, serta kebiasaan mengatur porsi dan jadwal makan. Menurutnya, konsumsi pangan yang baik sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, kecerdasan, dan daya tahan tubuh para pelajar.
“Pelajar harus memahami bahwa makanan tidak sekadar mengenyangkan. Pangan berimbang adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan dan prestasi belajar. Semakin baik pola makan mereka, semakin optimal pula perkembangan diri dan kemampuan berpikirnya,” ujar Albina.
Ia menambahkan bahwa masih banyak pelajar yang terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, atau makanan rendah gizi lainnya. Situasi ini, kata Albina, dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas, kekurangan energi, hingga menurunnya konsentrasi saat belajar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya terus melakukan kampanye “Isi Piringku” serta memperkenalkan berbagai jenis pangan lokal yang kaya gizi, mulai dari umbi-umbian, sayur, buah, hingga sumber protein hewani dan nabati. Edukasi ini juga melibatkan guru dan orang tua agar kebiasaan makan sehat dapat dibangun secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah.
Albina berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan konsumsi pangan berimbang ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan generasi yang lebih sehat dan sadar gizi, ketahanan pangan daerah diyakini akan semakin kuat di masa mendatang
(Rilis Kominfo Sintang)



