Monday 15th December 2025
Kenyalang News

Dinkes Sintang Berikan Materi Pencegahan Infeksi Menular Seksual kepada Mahasiswi STAIMA Sintang

Posted by : kenyalan 24/11/2025

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Madya pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Awet Sandi, menjadi narasumber dalam kegiatan edukasi kesehatan mengenai Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dilaksanakan di Aula Atas Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIMA) Sintang, pada Senin, 24 November 2025.

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswi dari berbagai program studi di lingkungan STAIMA Sintang. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang benar tentang risiko dan pencegahan Infeksi Menular Seksual melalui perubahan perilaku yang sehat, bertanggung jawab, dan berlandaskan kesadaran menjaga kesehatan reproduksi.

Dalam paparannya, Awet Sandi menyampaikan bahwa kelompok usia remaja dan dewasa muda merupakan kelompok yang rentan terhadap paparan IMS apabila tidak memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan yang tepat.

“Infeksi Menular Seksual bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, status, atau latar belakang. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan perilaku yang sehat dan benar. Informasi yang akurat sangat penting agar tidak terjebak pada mitos dan stigma,” tegas Awet Sandi.

Awet Sandi menekankan bahwa perubahan perilaku adalah kunci utama dalam upaya memutus rantai penularan IMS. Ia menjelaskan bahwa pencegahan tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga kualitas perilaku individu dan keberanian untuk mencari informasi kesehatan yang valid.

“Tidak cukup hanya mengetahui definisi IMS, tetapi juga harus paham bagaimana mencegahnya. Perilaku seperti menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari perilaku berisiko, melakukan pemeriksaan kesehatan bila diperlukan, serta saling mengingatkan adalah langkah nyata dalam menjaga diri dan orang lain,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa stigma dan tabu membahas isu kesehatan reproduksi justru memperbesar risiko penularan karena membuat masyarakat enggan mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala.

Awet Sandi mengajak para mahasiswi untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi kesehatan yang benar di lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat.

“Mahasiswi adalah calon pemimpin dan pendidik masa depan. Kesadaran dan pengetahuan yang dimiliki hari ini dapat menjadi bekal untuk melindungi keluarga dan generasi berikutnya. Jadilah agen perubahan yang menguatkan perilaku hidup sehat,” ujarnya.

Awet Sandi juga menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang berkomitmen memperluas edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan IMS melalui berbagai kegiatan di sekolah, kampus, dan komunitas.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswi sangat antusias mengajukan pertanyaan mengenai gejala, pencegahan, dan stigma sosial terhadap IMS. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan edukatif.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda yang teredukasi. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan, dan hal itu dimulai dari kesadaran,” kata Awet Sandi dalam penutupnya.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan para mahasiswi STAIMA Sintang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perilaku hidup sehat, memahami risiko Infeksi Menular Seksual, dan berperan aktif dalam edukasi kesehatan untuk menciptakan generasi yang cerdas, berdaya, dan terlindungi.

RELATED POSTS
FOLLOW US