Kepala Bidang Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang Syukur Saleh mendorong komunitas untuk mempublikasikan aksinya menjaga lingkungan secara khusus di Kawasan wisata melalui media sosial dan media massa
Hal tersebut disampaikan Syukur Saleh saat pelaksanaan acara Live Event “KITA INDONESIA” Dengan tema Semangat Pahlawan Menjaga Bumi Senentang Di Era Digital dilaksanakan oleh LPP RRI Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Rabu, 11 November 2025.
Syukur Saleh mendorong para aktivis lingkungan di daerah tersebut untuk lebih aktif mempublikasikan berbagai aksi dan kegiatan pelestarian alam melalui media sosial maupun media massa. Dorongan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan kesadaran publik terhadap isu lingkungan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital.
“saya ingin menegaskan bahwa gerakan lingkungan yang dilakukan komunitas atau individu di lapangan perlu diketahui masyarakat luas agar mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat. Menurutnya, publikasi yang baik dapat memperkuat dukungan, membuka ruang kolaborasi, dan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam aksi-aksi pelestarian lingkungan” terang Syukur Saleh
“Saat ini media sosial memiliki kekuatan besar dalam menyebarkan pesan positif. Aktivis lingkungan harus memanfaatkannya untuk menunjukkan bahwa upaya menjaga alam bukan hanya wacana, tetapi gerakan nyata yang membutuhkan partisipasi semua pihak,” ujar Syukur Saleh
Selain media sosial, Kepala Bidang Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang Syukur Saleh juga mengajak aktivis untuk bermitra dengan media massa lokal sehingga kegiatan mereka dapat diberitakan secara lebih luas dan mendalam. Publikasi melalui kanal resmi pemerintah daerah juga terbuka sebagai ruang untuk memperkuat penyebaran informasi mengenai program atau aksi lingkungan yang berkelanjutan.
Kepala Bidang Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang Syukur Saleh menilai bahwa kombinasi antara aksi lapangan dan kekuatan publikasi akan menjadi strategi efektif dalam membangun kepedulian publik terhadap isu-isu seperti pengurangan sampah, penghijauan, pelestarian sungai, hingga pengendalian pencemaran lingkungan.
“dengan kolaborasi yang baik antara aktivis, masyarakat, dan pemerintah daerah, diharapkan gerakan pelestarian lingkungan di Bumi Senentang semakin kuat dan mampu menghadirkan perubahan positif yang berkelanjutan” terang Syukur Saleh.
Rilis Kominfo Sintang



