Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Kartiyus mewakili Pemerintah Kabupaten Sintang menghadiri Pertemuan Bilateral Antara Kerajaan Sarawak Malaysia dan Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Imperial Miri Sarawak Malaysia 3-6 November 2025.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Sintang juga didampingi oleh Asmidi sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Sintang.
Kartiyus Sekda Sintang berharap melalui Sidang Sosek Malindo ke-38 dapat melahirkan kesepakatan konkret yang memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Malaysia, khususnya dalam peningkatan kerja sama sosial, ekonomi, dan budaya di kawasan perbatasan Kalbar–Sarawak
“Kabupaten Sintang terus menunjukkan peran aktif dalam memperkuat kerja sama antarnegara di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Hal itu diperlihatkan dengan kehadiran delegasi Pemkab Sintang dalam Pertemuan ke-38 Tim Teknis Kerja Sama Sosial Ekonomi (Sosek) Malindo antara Negeri Sarawak dan Pemerintah Indonesia yang digelar di Miri, Sarawak.
“kita mengajukan sejumlah usulan strategis. Doli menyampaikan langsung usulan Kepri di bidang pengelolaan perbatasan, keamanan laut, serta fasilitasi lintas batas orang dan barang” terang Kartiyus
“sejumlah usulan penting diantaranya keberadaan Pos Lintas Batas Negara di Sungai Kelik juga diharapkan dapat menjadi segera diselesaikan” terang Kartiyus.
Dalam sesi pembahasan bersama Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara, Kepri juga mendukung langkah koordinasi lintas wilayah dalam pengawasan narkotika, perdagangan orang, dan penyelundupan lintas batas. Tim teknis dari Indonesia dan Malaysia sepakat memperkuat patroli bersama, serta pertukaran data dan kontak antarinstansi keamanan, termasuk Bea Cukai, Polisi Diraja Malaysia, dan BNNP Kalimantan Barat.
Partisipasi aktif Kabupaten Sintang dalam forum Sosek Malindo ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam menjadikan wilayah perbatasan sebagai beranda depan negara, bukan lagi halaman belakang.



